Teuku Riefky sebut Muktamar NU Dorong Akselerasi Ekraf Pesantren

Teuku Riefky sebut Muktamar NU Dorong Akselerasi Ekraf Pesantren
Menteri Ekonomi Kreatif Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya menghadiri Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Lapangan Untung Suropati, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026).

JAKARTA - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya mengungkapkan bahwa gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) menjadi momentum krusial untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dengan elemen publik dalam memacu pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis kerakyatan.

Riefky menyoroti peran strategis NU sebagai organisasi kemasyarakatan Islam yang konsisten menjaga integritas sekaligus berpotensi besar menjadi motor penggerak utama sektor ekonomi kreatif berbekal basis massa yang sangat luas.

"Tema 'Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmat untuk Kemaslahatan Bangsa' sangat relevan dengan semangat ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional. Menjaga muruah berarti memiliki nilai, identitas, dan jati diri bangsa, sementara memperkaya khidmat bermakna menghadirkan karya serta kreativitas yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," kata Riefky dalam keterangan yang diterima, Jumat.

Riefky turut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada NU yang terus berkontribusi memajukan potensi ekonomi kreatif langsung dari akar rumput, termasuk melalui program pemberdayaan santri, lingkungan pesantren, ormas, hingga ekosistem di berbagai daerah.

Dirinya menegaskan bahwasanya ekonomi kreatif tidak sekadar mencetak nilai ekonomi semata, tetapi juga menjadi sarana transformasi dan inovasi kreativitas demi mewujudkan kemaslahatan seluruh bangsa.

Ia juga menyambut positif penyelenggaraan helatan besar warga Nahdliyin yang dibuka di Lapangan Untung Suropati, Jombang, sebagai bukti nyata pemanfaatan area pesantren menjadi pusat inkubasi bisnis, rantai nilai ekraf, serta akselerasi kemandirian santri yang kreatif.

"NU memiliki akar budaya religi yang kuat di tengah masyarakat, termasuk pemberdayaan terhadap santri di kalangan pesantren yang begitu aktif dan kreatif. Ini merupakan modal sosial dan kultural yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi kreatif," tambah Riefky.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Muktamar NU ke-35 sekaligus Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengutarakan rasa terima kasih atas dukungan seluruh pihak dalam menyiapkan kesiapan fisik, logistik, tata kelola acara, hingga sumber daya manusia.

"Kami juga mengadakan Bazar Muktamar dan Expo yang berlangsung sejak tanggal 20 hingga 31 Agustus 2026 yang dilengkapi panggung budaya dan pasar malam. Maka, Muktamar ke-35 tidak hanya menjadi forum organisasi, tetapi ikut menggalakkan ekonomi nasional," ungkap Gus Ipul.

Dalam prosesi pembukaan muktamar, disuguhkan pula pementasan seni marawis dan paduan suara simfoni dari kalangan santri yang membawakan lagu Indonesia Raya, Mars Syubbanol Wathon, Shalawat Asyghil, Shalawat Jibril, lagu tema Muktamar NU, serta karya musik "Ketika Tangan dan Kaki Berkata".

Rangkaian Muktamar ke-35 NU yang berlangsung pada 27 hingga 31 Agustus 2026 ini membawa agenda utama berupa pemilihan Rais Aam serta Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026-2031.

Forum tertinggi ini dihadiri oleh 38 pengurus wilayah NU, 523 PCNU, serta 33 pengurus cabang istimewa NU yang mengutus total 2.232 delegasi resmi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index