CPN Perluas Bisnis Logistik Chandra Asri Lewat Akses 3 Pelabuhan

CPN Perluas Bisnis Logistik Chandra Asri Lewat Akses 3 Pelabuhan
Kapal logistik kimia cair MT Novah bersandar di dermaga PT Chandra Pelabuhan Nusantara (CPN).

JAKARTA - PT Chandra Pelabuhan Nusantara (CPN), anak usaha dari PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA), resmi membuka akses fasilitas infrastruktur kepelabuhanan guna menopang kebutuhan logistik eksternal usai mengantongi Perizinan Berusaha Pengoperasian Terminal Umum dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan.

Izin resmi tersebut melapangkan jalan bagi CPN dalam memperluas jangkauan pemanfaatan fasilitas pelabuhannya, termasuk pengoperasian tiga dermaga berkapasitas hingga 80.000 deadweight tonnage (DWT), untuk melayani kebutuhan para pelaku industri dan pengguna jasa eksternal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Direktur CPN Edi Riva’i menyampaikan bahwasanya raihan perizinan tersebut menandai langkah transformasi CPN dari fasilitas yang selama ini utamanya menyokong kegiatan operasional internal Chandra Asri Group menjadi infrastruktur logistik yang dapat dimanfaatkan secara luas oleh pelaku industri lainnya.

“Perolehan Perizinan Berusaha Pengoperasian Terminal Umum menandai transformasi penting bagi CPN. Infrastruktur yang selama ini terutama mendukung kebutuhan operasional Chandra Asri Group kini dapat dimanfaatkan oleh pelaku industri dan pengguna jasa eksternal sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Edi dalam keterangan resmi, Selasa (1/9/2026).

Ia memaparkan bahwa posisi strategis CPN di Cilegon, Banten, serta sokongan tiga dermaga beragam kapasitas yang terintegrasi dengan sarana penyimpanan produk cair menjadi modal berharga perseroan dalam memenuhi kebutuhan logistik industri.

Rincian fasilitas tersebut mencakup Dermaga A berkapasitas maksimum 80.000 DWT, Dermaga B hingga 6.000 DWT, serta Dermaga C yang mampu menampung hingga 10.000 DWT.

Di luar sarana tambat dan sandar kapal, CPN turut menyediakan layanan bongkar muat berbagai komoditas kimia dan petroleum olahan cair.

Jenis komoditas yang dapat ditangani meliputi naphtha, LPG, propylene, ethylene, py-gas, raffinate-1, butadiene, hingga PFO.

Kapabilitas menyeluruh ini menempatkan fasilitas CPN sanggup menyokong kebutuhan logistik lintas industri, khususnya pada sektor petrokimia, kimia, dan bidang pendukung terkait.

CPN juga dilengkapi fasilitas penyimpanan berupa tank farm yang terdiri atas 56 tangki dengan total kapasitas daya tampung mencapai 501.606 meter kubik (m³).

Dari total unit tersebut, sebanyak 25 tangki berjenis atmosferik difungsikan untuk produk kimia cair seperti naphtha, MTBE, serta methanol.

Sementara itu, 31 tangki bertekanan disiapkan khusus bagi produk gas cair, mencakup ethylene, propylene, butadiene, dan butene-1.

Sinergi antara dermaga, layanan bongkar muat, serta kompleks tank farm memungkinkan CPN menyokong rantai pasok industri secara menyeluruh mulai dari penerimaan bahan baku, penyimpanan, hingga jalur distribusi laut.

Ditinjau dari letak geografis, CPN berada di kawasan Cilegon, Banten, yang mengantongi akses strategis menuju jalur pelayaran Selat Sunda.

Posisi ini terhubung langsung dengan rute pelayaran tingkat domestik, regional, hingga kancah internasional.

Dengan terbukanya pintu bagi pengguna jasa eksternal, CPN mencermati peluang luas untuk menjalin kolaborasi bersama pelaku industri yang memerlukan layanan kepelabuhanan serta logistik, terutama bagi produk cair dan bahan baku pabrik.

“Kami ingin CPN berkembang sebagai infrastruktur logistik yang memberikan nilai tambah nyata bagi industri. Fokus kami adalah menghadirkan layanan kepelabuhanan yang mengutamakan keselamatan, keandalan, efisiensi, dan kualitas pelayanan,” ujar Edi.

Ia menambahkan bahwa jajaran CPN terbuka penuh untuk menjajaki peluang kemitraan bersama pengguna jasa maupun mitra industri yang memerlukan solusi logistik kompetitif dan andal.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index