Sinyal Masalah Mental pada Anak yang Membutuhkan Penanganan Psikolog

Sinyal Masalah Mental pada Anak yang Membutuhkan Penanganan Psikolog
Ilustrasi Mengasuh Anak.

JAKARTA — Pasang surut kondisi emosi pada anak terbilang wajar terjadi saat menghadapi dinamika di lingkungan rumah maupun sekolah. Meski demikian, orang tua perlu jeli mengenali kapan kondisi tersebut memerlukan konsultasi ke tenaga profesional.

Karakteristik setiap anak tergolong unik. Psikolog Jenny Yip menjelaskan bahwa pemicu stres pada seorang anak belum tentu menimbulkan dampak yang sama bagi anak lainnya.

"Setiap anak akan menghadapi stres dengan cara berbeda. Beberapa anak mungkin memiliki tingkat ketahanan (resiliensi) yang lebih tinggi, sementara yang lain mungkin lebih berhati-hati dan mudah cemas," kata Yip seperti dilansir dari Parents.

Para orang tua diimbau mengenali beberapa indikasi penting saat anak membutuhkan bantuan dari psikolog, konselor, atau terapis.

1. Terus-menerus Mencari Informasi atau Meminta Kepastian

Yip mengungkapkan kebiasaan anak yang tidak berhenti mencari informasi di media sosial atau terus meminta kepastian dari orang tua menjadi sinyal utama munculnya rasa cemas.

Kondisi tersebut timbul akibat ketidaktahuan anak terhadap suatu hal yang kemudian memicu kecemasan.

2. Perubahan Pola Tidur

Pergeseran pola tidur tidak hanya berupa waktu tidur yang mendadak sangat singkat, tetapi juga durasi tidur yang jauh lebih lama. Psikolog anak Kate E. Eshleman menilai kecenderungan ini dapat menandakan anak sedang cemas atau depresi.

"Tenaga profesional dapat melakukan penilaian lebih lanjut mengenai apa yang dialami anak dan menerapkan strategi untuk mengatasi gejala serta penyebab dasarnya. Penanganan bisa berupa terapi, seperti intervensi perilaku kognitif, atau pengelolaan pengobatan," katanya.

3. Mengurung Diri

Apabila anak atau remaja menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam kamar tanpa mau berinteraksi dengan keluarga maupun teman, kondisi ini bisa menjadi pertanda mereka memerlukan bantuan profesional.

Menyendiri memang hal yang biasa, namun durasi dan intensitas anak mengisolasi diri di dalam kamar tetap perlu diwaspadai.

4. Selalu Bergantung pada Orang Lain

Anak yang selalu minta didampingi atau enggan lepas dari orang tua dapat menjadi indikasi kecemasan. Yip menyebut hal ini terjadi lantaran anak merasa kurang percaya diri atau tidak cukup tangguh untuk menghadapi situasi secara mandiri.

Bantuan dari tenaga profesional akan memfasilitasi anak dalam membangun rasa percaya dirinya kembali.

5. Merasa Dirinya Buruk

Setiap orang dapat melewati hari yang berat, tidak terkecuali anak-anak. Namun ketika anak kehilangan rasa percaya diri atau merasa tidak mampu menjalankan aktivitas sebaik sebelumnya, situasi ini membutuhkan perhatian ekstra.

6. Menunjukkan Perilaku Berulang yang Merusak Diri Sendiri

Perilaku berulang tidak selalu berakibat buruk. Namun, orang tua patut waspada jika tindakan tersebut berfokus pada organ tubuhnya sendiri.

Melansir Cleveland Clinic, kebiasaan sering mencabut rambut, menggigit kuku, atau mengelupas kulit bisa menjadi cerminan kecemasan maupun tekanan batin.

7. Berhenti Melakukan Aktivitas yang Disukai

Anak yang mendadak enggan menjalankan hobi yang sebelumnya sangat digemari dapat mengindikasikan munculnya gejala depresi.

"Sangat penting untuk memastikan apakah hilangnya minat tersebut disebabkan oleh masalah suasana hati (mood) atau karena kelelahan akibat terlalu sering melakukan aktivitas yang disukai itu," kata Eshleman.

Evaluasi dari tenaga profesional akan membantu memetakan pemicu perubahan minat sekaligus menangani akar permasalahannya.

8. Gampang Marah

Bentuk kecemasan pada anak dan remaja kerap terwujud melalui kegelisahan, sifat lekas marah, serta emosi yang impulsif.

Sangat disarankan untuk mengajak anak berkonsultasi ke tenaga profesional guna menjalani evaluasi serta menyusun strategi penanganan masalah tersebut.

9. Perubahan Pola Makan

Serupa dengan pola tidur, lonjakan atau penurunan pola makan secara ekstrem menjadi indikator gangguan pada kesehatan mental anak.

Di samping pola makan, ketidakpedulian terhadap kebersihan diri juga patut diwaspadai sebagai sinyal kecemasan maupun depresi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index