JAKARTA - PT Waskita Karya Infrastruktur (WKI) memperkuat langkah strategis guna menjadi mitra tepercaya pada bidang sarana infrastruktur serta energi baru terbarukan (EBT) nasional yang berkelanjutan.
“Perseroan tidak hanya mengejar pertumbuhan volume, tetapi juga pertumbuhan yang sehat dan bertanggung jawab,” kata Pelaksana Tugas Direktur Utama WKI Bambang Dwi Wijayanto.
Sebagai bagian dari penguatan portofolio, WKI menjalankan lima lini bisnis yang saling melengkapi guna mendukung pembangunan infrastruktur nasional, yaitu konstruksi, pengelolaan alat berat, perdagangan material, manufaktur, hingga investasi EBT.
“Dari sisi pengembangan pasar, kami pun terus memperkuat strategi dalam perolehan Nilai Kontrak Baru (NKB). Pertumbuhan NKB naik signifikan dari tahun 2021 sampai 2025, realisasi perolehannya mencapai 100,07 persen dari target pada 2025,” ujar Bambang.
Khusus pada segmen konstruksi, realisasi NKB berhasil mencatatkan pencapaian 104,41 persen dari target, di mana porsi perolehannya didominasi oleh pasar eksternal yang mencerminkan daya saing perseroan.
Bambang memaparkan bahwa saat ini WKI tengah merampungkan sejumlah proyek strategis, antara lain Perbaikan Tol Kayu Agung–Palembang, Cetak Sawah Rakyat Kabupaten Merauke, Peningkatan Jalan R. Suprapto dan Jalan Gajah Mada Batam, Pengaspalan Tol Palembang–Betung 1 & 2, Pekerjaan Tanah Tol Bocimi Seksi 3A & 3B, serta Ramp Off Tol Bocimi.
Di samping itu, WKI juga berkontribusi atas selesainya beberapa proyek besar seperti Tol Cimanggis–Cibitung, Tol IKN, Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, Pembangunan Gedung Setpres, serta Bendungan Rukoh.
Pada sektor pengelolaan alat berat, WKI saat ini mengoperasikan 341 unit aset peralatan dan berencana mengelola sekitar 1.200 unit aset melalui skema pengalihan dari PT Waskita Karya (Persero) Tbk selaku induk usaha.
Sementara di sektor perdagangan material, perseroan menyediakan beragam produk pendukung konstruksi seperti agregat A, agregat B, granular backfill, pasir, serta tanah merah.
Untuk segmen manufaktur, WKI mengoperasikan pabrikasi baja di Cikande yang melayani kebutuhan tower transmisi, dukungan proyek, hingga pemeliharaan operasional.
“Pada 2026, arah pengelolaan aset ini difokuskan pada optimalisasi alat dan fasilitas melalui penyewaan, pabrikasi, workshop, dan kerja sama,“ ujar dia.
Pada segmen investasi energi, WKI terus mempertegas komitmen mendukung transisi energi nasional lewat pengembangan portofolio EBT secara selektif, termasuk pembangkit listrik tenaga air.
Inisiatif tersebut diawali dengan investasi pada anak usaha PT Waskita Sangir Energi yang sukses didivestasi pada 2025, lalu dilanjutkan melalui PT Waskita Wado Energi.