JAKARTA - PT Pertamina Patra Niaga meluruskan kabar yang beredar dan menegaskan bahwa isu persyaratan menunjukkan STNK saat membeli BBM subsidi di SPBU bukan merupakan skema kebijakan yang berlaku secara nasional.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, menjelaskan bahwa mekanisme tersebut sebenarnya sekadar rencana pengawasan berskala lokal di area Sumatera Selatan.
"Adapun ketentuan pembelian BBM tetap mengacu pada regulasi dan ketentuan yang berlaku," ujar dia.
Ia menerangkan bahwasanya pihak perusahaan menaruh perhatian besar pada respons serta masukan warga atas penyebaran informasi dari wilayah Sumatera Selatan yang sempat memicu ketidaknyamanan publik.
"Kami memahami respons dan perhatian masyarakat terhadap informasi yang beredar. Untuk itu, kami meminta Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan untuk membatalkan implementasi mekanisme tersebut. Kami juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang timbul akibat informasi yang berkembang dan menimbulkan kesalahpahaman," ujar Kitty.
Pertamina Patra Niaga menjamin bahwa seluruh kebijakan penyaluran BBM yang bersinggungan langsung dengan publik bakal diselaraskan terlebih dahulu bersama pihak regulator, terutama BPH Migas, pemerintah daerah, hingga jajaran pemangku kepentingan terkait.
Guna menjamin distribusi BBM subsidi dapat tepat sasaran, Pertamina Patra Niaga terus meningkatkan intensitas pengawasan dan tindakan pembinaan terhadap SPBU atau lembaga penyalur.
Sejak rentang Januari sampai 3 September 2026, Pertamina Patra Niaga tercatat telah memberikan pembinaan kepada lebih dari 900 SPBU yang tersebar di area operasional.
"Apabila terbukti terdapat pelanggaran, Pertamina Patra Niaga akan memberikan sanksi sesuai tingkat pelanggaran, mulai dari peringatan tertulis, skorsing, hingga pemutusan hubungan usaha," kata Kitty.
Perseroan juga menjalin koordinasi berkelanjutan bersama aparat penegak hukum demi mendorong penindakan hukum atas tindakan penyalahgunaan BBM subsidi.
Di samping langkah pengisian langsung di lapangan, Pertamina Patra Niaga mengoptimalkan pengawalan distribusi lewat pemanfaatan sistem QR code subsidi tepat pada platform MyPertamina demi menjangkau warga yang berhak.