DOOH Bidik Sektor AI dan Data Center Tanpa Lepas Bisnis Periklanan

DOOH Bidik Sektor AI dan Data Center Tanpa Lepas Bisnis Periklanan
Ilustrasi Ai

JAKARTA - PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) menggeser fokus bisnisnya menuju pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) serta pusat data (data center).

Langkah tersebut diambil perseroan setelah melihat perkembangan AI sebagai peluang pasar baru yang sangat potensial.

Direktur DOOH Devinisa Suhartono mengungkapkan bahwa perseroan telah melangsungkan serangkaian asesmen serta menghimpun data terkait prospek kebutuhan data center di tanah air.

“Kami merasa peluang-peluang ini merupakan sesuatu yang perlu kami tidak lanjuti dan kami pelajari, agar kami tidak kehilangan kesempatan dalam menyikapi kondisi perkembangan market hari ini terutama perkembangan teknologi,” kata Devinisa dalam Public Expose DOOH pada Jumat (4/9/2026).

Ia menjelaskan bahwa akselerasi informasi dan teknologi terkini telah memicu pergeseran kebutuhan industri menuju infrastruktur AI.

Situasi tersebut mendorong DOOH mempelajari peluang di sektor data center demi merespons dinamika pasar sekaligus meraih potensi pertumbuhan kebutuhan digital.

Persetujuan strategi ini menandai babak baru perubahan arah bisnis DOOH yang sebelumnya dikenal luas sebagai entitas pemilik media (media owner).

Sementara itu, Direktur Utama DOOH Vicktor Aritonang menjelaskan bahwa transformasi arah bisnis tersebut bakal dieksekusi melalui struktur holding company.

Entitas induk tersebut nantinya menaungi sejumlah anak usaha yang berfokus pada lima pilar bisnis anyar.

Kelima pilar bisnis baru tersebut meliputi data center, high-speed internet, fiber optic, submarine cable, serta VLTS.

Kendati mengekspansi lini baru, Vicktor menegaskan bahwa perseroan tidak akan meninggalkan lini periklanan yang selama ini menjadi penopang utama.

Bisnis advertising dipastikan tetap beroperasi secara berdampingan bersama lima pilar bisnis baru yang tengah dikembangkan perseroan.

“Kegiatan advertising ataupun periklanan yang sebelumnya menjadi core, tentunya itu tetap akan beroperasi seperti sedia kala, namun bertambah menjadi tambahan lima pilar yang baru,” kata Vicktor.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index