Penyebab Anak Suka Menggigit Kuku dan Cara Tepat Mengatasinya

Penyebab Anak Suka Menggigit Kuku dan Cara Tepat Mengatasinya
Ilustrasi Anak Menggigit Kuku.

JAKARTA - Kebiasaan anak menggigit kuku yang sering dianggap masalah sepele dapat berkembang menjadi tindakan tanpa sadar jika terjadi berulang kali.

Lama-kelamaan, perilaku ini tak hanya memicu dampak buruk bagi estetika, melainkan berisiko mengganggu kesehatan kuku serta jaringan kulit di sekitarnya.

Orang tua disarankan untuk memahami akar pemicunya terlebih dahulu sebelum mencoba menghentikan kebiasaan berulang tersebut pada si kecil.

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), aktivitas menggigit kuku menjadi bentuk respons anak terhadap kondisi emosional seperti stres, cemas, atau bosan.

Anak kerap melakukan tindakan ini saat berhadapan dengan tugas berat, suasana baru, hingga momen santai seperti menonton televisi tanpa disadari.

Secara medis, tindakan berulang yang dilakukan secara otomatis ini tergolong ke dalam body-focused repetitive behavior (BFRB).

Riset dalam International Journal of Women's Dermatology mengungkapkan bahwa faktor psikologis dan genetik turut memengaruhi munculnya BFRB pada anak.

Orang tua diminta untuk tidak langsung memarahi atau mempermalukan anak, melainkan mengamati situasi yang menjadi pemicu utamanya.

Guna mengalihkan perhatian, berikan aktivitas tangan seperti meremas stress ball, menggambar, atau memegang benda kecil yang aman bagi anak.

Langkah preventif lainnya adalah memotong kuku anak secara rutin agar tidak ada sisa kuku panjang atau hangnail yang memicu niat menggigit.

Konsultasi medis diperlukan apabila kebiasaan ini sudah memicu luka, infeksi, atau disertai tingkat kecemasan yang mengganggu aktivitas harian.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index