Cesc Fabregas Ingatkan Como Tetap Rendah Hati Usai Menang Telak di UCL

Cesc Fabregas Ingatkan Como Tetap Rendah Hati Usai Menang Telak di UCL
Pelatih kepala Como 1907 Cesc Fabregas [FOTO: NET].

JAKARTA - Juru taktik kepala Como 1907 Cesc Fabregas menegaskan bahwa skuad asuhannya wajib tetap membumi seusai sukses mengawali kiprah perdana di panggung Liga Champions (UEFA Champions League/UCL) lewat kemenangan telak 4-1 atas RB Leipzig di Stadion Giuseppe Sinigaglia, pada hari Jumat waktu Indonesia barat.

Empat gol kemenangan Como dalam laga tersebut masing-masing disumbangkan oleh Martin Baturina pada menit ke-15, Anastasios Douvikas di menit ke-38, Assane Diano pada menit ke-54, serta ditutup oleh Maximo Perrone di pengujung laga menit ke-90, sementara satu-satunya gol hiburan RB Leipzig dicatatkan oleh Andrija Maksimovic pada menit ke-58.

“Kami harus rendah hati dan mampu tampil setiap tiga hari. Ini akan menjadi musim yang sangat sulit dan kami harus mempertahankan mentalitas yang tepat," kata Fabregas, dikutip dari laman resmi Football Italia, Jumat (11/9/2026).

Fabregas blak-blakan merespons kemenangan tersebut dengan rasa gembira yang mendalam, meski di sisi lain ia tidak ingin anak-anak asuhnya terbuai dan larut terlalu lama dalam euforia raihan tiga poin perdana di kancah Benua Biru ini.

Sikap waspada tersebut diambil sebab Fabregas menilai skuadnya wajib menampilkan standar mentalitas bertanding yang identik di setiap pertandingan, termasuk kala melawat menghadapi Parma dalam lanjutan kompetisi Liga Italia pada hari Senin (14/9) mendatang pukul 23.30 WIB.

“Saya senang, tetapi itu hanya akan bertahan lima menit karena setelah itu kami harus mempersiapkan diri menghadapi Parma pada Senin, dan kami membutuhkan energi yang sama seperti malam ini,” kata Fabregas.

“Jelas, saya memahami bahwa ini adalah malam bersejarah bagi kota dan klub. Ini adalah hadiah yang pantas kami dapatkan atas kerja luar biasa yang kami lakukan musim lalu. Namun, Serie A tetap menjadi target terpenting. Bagaimanapun, Serie A-lah yang memungkinkan kami kembali ke Liga Champions," kata dia.

Como 1907 sekaligus mencatatkan diri sebagai satu-satunya wakil klub Italia yang berhasil meraup hasil sempurna di partai pembuka Liga Champions pekan ini, mengekor hasil kurang memuaskan klub senegaranya di mana AS Roma tertahan imbang 1-1 kontra Fenerbahce, Inter Milan takluk 1-2 di tangan Real Madrid, serta Napoli harus rela dipermalukan Arsenal dengan skor tipis 0-1.

Lebih lanjut, hasil positif kontra RB Leipzig ini menandai rekor kemenangan beruntun ketiga yang dibukukan Como secara berturut-turut usai sebelumnya sukses membekuk Napoli dan Genoa di kancah domestik Serie A. 

Kendati demikian, dalam dua bentrokan pamungkas tersebut, Fabregas tampak melakukan penyesuaian taktik dengan mengubah formasi menjadi lima pemain bertahan ketika laga memasuki kisaran menit ke-60 demi meredam tekanan lawan dan menguasai tempo permainan.

“Anda ingin menjadi tim yang lengkap dan dominan, tetapi itu juga berarti mengendalikan berbagai situasi kecil dalam pertandingan. Di Napoli, cuacanya sangat panas dan lembap sehingga mustahil bagi kami untuk terus melakukan pressing tanpa henti,” kata sang pelatih.

“Hari ini kami memang mencoba mengendalikannya. Setelah unggul 3-0, Leipzig mengubah sistem dan mulai membangun serangan dengan tiga pemain plus satu, menyerang dari sisi sayap dan bermain lebih mengandalkan kekuatan fisik. Kami sedikit lelah sehingga saya lebih memilih untuk mengendalikan situasi," kata dia.

“Itulah mengapa kami harus mampu beradaptasi dalam situasi yang berbeda, terutama menghadapi tim yang pada momen tertentu bermain lebih baik daripada kami," kata dia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index