JAKARTA - Infrastruktur jalan merupakan urat nadi perekonomian yang sangat krusial bagi sebuah daerah.
Namun, potret pembangunan jalan di Kabupaten Tojo Una-Una (Touna), Sulawesi Tengah, hingga awal tahun 2026 dilaporkan masih menunjukkan ketimpangan. Meskipun pemerintah daerah terus melakukan upaya perbaikan, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa aksesibilitas jalan yang memadai belum dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama bagi mereka yang tinggal di wilayah pedalaman dan pesisir.
Kesenjangan Akses di Wilayah Pelosok
Keluhan mengenai kondisi jalan yang rusak dan sulit dilalui masih sering terdengar dari warga di beberapa kecamatan. Di saat area perkotaan atau pusat pemerintahan mulai menikmati jalan yang mulus, warga di wilayah terpencil harus berjuang melewati jalan tanah yang berlumpur saat musim hujan atau berdebu pekat saat kemarau.
Ketidakmerataan ini memberikan dampak domino bagi kehidupan warga:
Hambatan Ekonomi: Petani kesulitan membawa hasil bumi menuju pasar, yang seringkali menyebabkan penurunan kualitas produk dan harga jual yang rendah akibat biaya transportasi yang mahal.
Akses Kesehatan dan Pendidikan: Kondisi jalan yang buruk memperlambat mobilitas ambulans saat keadaan darurat medis dan menyulitkan anak-anak sekolah untuk mencapai fasilitas pendidikan dengan aman.
Harapan Warga: Bukan Sekadar Janji, Tapi Realisasi
Masyarakat Tojo Una-Una menaruh harapan besar agar pemerintah daerah segera memberikan perhatian lebih pada daerah-daerah yang selama ini seolah terabaikan. Pemerataan infrastruktur jalan dinilai bukan lagi sekadar kebutuhan, melainkan hak masyarakat untuk mendapatkan keadilan sosial dan ekonomi.
Warga berharap pembangunan infrastruktur tidak hanya berfokus pada estetika pusat kota, tetapi juga menyentuh jalan-jalan penghubung antar-desa. Konektivitas yang baik akan memicu geliat ekonomi baru dan memudahkan masuknya bantuan serta layanan pemerintah ke wilayah-wilayah yang sulit dijangkau.
Menuju Tojo Una-Una yang Lebih Terhubung
Menanggapi kondisi ini, koordinasi yang lebih kuat antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat sangat diperlukan untuk mengalokasikan anggaran secara tepat sasaran. Fokus pada pemeliharaan jalan yang sudah ada dan pembukaan akses jalan baru di wilayah produktif menjadi kunci utama untuk memperkecil ketimpangan.
Pembangunan infrastruktur jalan yang merata adalah investasi jangka panjang. Jika konektivitas di seluruh wilayah Touna dapat terjamin, maka potensi wisata dan kekayaan alam yang melimpah di daerah ini dapat dikelola secara optimal untuk kemakmuran seluruh warganya.