JAKARTA - Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah mempertegas komitmennya untuk menjadikan kedaulatan pangan sebagai prioritas utama nasional.
Strategi yang dijalankan fokus pada dua pilar utama: mempermudah akses petani terhadap sarana produksi, khususnya pupuk, serta memastikan cadangan beras nasional berada pada titik teraman dalam sejarah Indonesia. Kebijakan ini diharapkan tidak hanya menstabilkan harga di pasar, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan para petani sebagai ujung tombak pangan.
Memastikan Pupuk Terjangkau dan Distribusi Tepat Sasaran
Presiden Prabowo menekankan bahwa kunci dari kemandirian pangan adalah keberhasilan produksi di tingkat petani. Salah satu hambatan klasik yang kini tengah dibenahi secara serius adalah ketersediaan dan keterjangkauan pupuk.
Simplifikasi Birokrasi: Pemerintah telah memangkas prosedur panjang dalam distribusi pupuk subsidi agar petani dapat memperolehnya dengan lebih mudah dan cepat, langsung ke kelompok tani tanpa rantai distribusi yang berbelit.
Dukungan Anggaran: Alokasi anggaran untuk pupuk terus dioptimalkan guna memastikan harga tetap terjangkau di tengah fluktuasi harga komoditas global, sehingga biaya produksi petani dapat ditekan seminimal mungkin.
Capaian Strategis: Stok Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah
Di awal tahun 2026 ini, Indonesia mencatatkan pencapaian luar biasa dengan jumlah stok beras nasional yang mencapai titik tertinggi dalam sejarah. Melalui peran aktif Perum Bulog dan optimalisasi hasil panen raya, cadangan beras pemerintah berada pada level yang sangat kuat.
Fungsi Penstabil Harga: Stok yang melimpah ini berfungsi sebagai insting perlindungan bagi konsumen. Pemerintah memiliki ruang yang luas untuk melakukan intervensi pasar guna mencegah lonjakan harga beras di tengah masyarakat.
Antisipasi Krisis: Dengan cadangan yang masif, Indonesia kini lebih siap menghadapi ancaman gangguan iklim atau ketidakpastian pangan global. Stok ini memberikan rasa aman bagi ketersediaan bahan pokok masyarakat untuk jangka panjang.
Hilirisasi dan Modernisasi Pertanian
Selain masalah pupuk dan stok, Presiden Prabowo terus mendorong modernisasi peralatan pertanian serta pengembangan infrastruktur seperti bendungan dan irigasi. Langkah ini bertujuan agar produktivitas lahan meningkat secara berkelanjutan. Hilirisasi produk pertanian juga menjadi sorotan agar nilai tambah dari hasil bumi Indonesia tetap dinikmati oleh rakyat sendiri.