JAKARTA - Pelabuhan Tanjung Api-Api (TAA) di Banyuasin menjadi pelabuhan terbesar di Sumatera Selatan yang menghubungkan Pulau Sumatra dengan Pulau Bangka. Lokasinya yang strategis di Pantai Timur Sumatra membuat TAA menjadi pusat transportasi laut penting bagi warga maupun wisatawan.
Berada di kawasan yang langsung berhadapan dengan Selat Bangka, pelabuhan ini masuk wilayah administrasi Kabupaten Banyuasin. Keberadaan TAA memudahkan mobilitas orang dan barang dari Sumatera Selatan menuju Bangka Belitung.
Jadwal Kapal Penyeberangan TAA
Keberangkatan kapal feri dari TAA menuju Muntok, Bangka Belitung, dijadwalkan setiap dua jam. Pada Rabu 8 April 2026, sepuluh armada telah disiapkan untuk mengakomodasi lonjakan penumpang selama masa libur maupun aktivitas rutin warga.
Daftar lengkap penyeberangan dimulai pukul 07.00 WIB dengan Munic XI dan berakhir pukul 00.00 WIB dengan Garda Maritim 5. Pihak pelabuhan mengingatkan bahwa jadwal bisa berubah sewaktu-waktu, terutama jika cuaca buruk atau gelombang tinggi terjadi di Selat Bangka.
Tarif Penyeberangan Kapal Feri TAA ke Bangka
Biaya penyeberangan TAA menuju Tanjung Kalian Muntok, Bangka Barat, bervariasi sesuai jenis penumpang dan kendaraan. Untuk penumpang dewasa dikenai tarif Rp58.100, sedangkan bayi 0–2 tahun Rp7.400.
Golongan kendaraan seperti sepeda motor di bawah 500 cc tarifnya Rp138.000, mobil penumpang Rp1.051.200, dan bus penumpang Rp3.045.500. Sementara kendaraan lebih panjang dari 16 meter dipatok Rp6.125.000.
Sejarah dan Peran Pelabuhan TAA
Pelabuhan Tanjung Api-Api mulai beroperasi penuh pada tahun 2007 dan menjadi pengganti pelabuhan lama di Sungai Musi 35 Ilir, Palembang. Pelabuhan lama terkendala sedimentasi dan pasang surut, sehingga waktu tempuh ke Muntok yang sebelumnya 10 jam kini hanya 3–4 jam.
TAA kini menjadi pilihan utama masyarakat Sumatera Selatan saat ingin menyeberang ke Pulau Bangka. Selain efisiensi waktu, lokasinya juga mendukung mobilitas barang dan aktivitas ekonomi antar pulau.
Tips Memanfaatkan Layanan Pelabuhan TAA
Untuk kenyamanan, penumpang disarankan datang lebih awal sebelum jadwal keberangkatan kapal. Pengecekan kondisi cuaca dan jadwal terbaru juga dianjurkan agar perjalanan tetap aman dan lancar.
Selain itu, pengaturan kendaraan besar atau barang panjang sebaiknya dilakukan dengan koordinasi pihak pelabuhan. Hal ini untuk memastikan kapasitas kapal optimal dan mengurangi risiko keterlambatan penyeberangan.