Sumur Sepinggan V-7 PHKT Produksi 710 Barel Minyak per Hari

Jumat, 18 September 2026 | 14:24:00 WIB

ENERGINEWS.ID — PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) mencatat produksi 710 barel minyak per hari dari Sumur Sepinggan V-7, lebih dari dua kali lipat target yang ditetapkan. Capaian ini muncul dari proyek optimalisasi sumur existing yang sebelumnya tidak termanfaatkan optimal.

PHKT membuka kembali akses menuju zona potensial di Sumur Sepinggan V-7 yang berlokasi di Kalimantan Timur. Selain minyak, sumur itu mengalirkan gas sekitar 0,8 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), di atas target awal 0,5 MMSCFD.

Hasil pengujian produksi pada 1 September 2026 menunjukkan respons positif dari sumur yang sudah beroperasi puluhan tahun tersebut. Angka itu melampaui perkiraan awal perusahaan.

Strategi di Balik Lonjakan Produksi

General Manager Zona 10 PHKT Darmapala menjelaskan, pekerjaan diawali dengan kegiatan fishing untuk mengatasi hambatan di dalam sumur. Setelah akses ke zona potensial pada kedalaman sekitar 13.000 kaki terbuka, PHKT melanjutkan dengan workover dan perforasi pindah lapisan.

"Upaya optimalisasi sumur-sumur migas existing menjadi strategi PHKT untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi migas melalui optimalisasi aset yang sudah beroperasi puluhan tahun dan sudah mature," ujar Darmapala.

Menurutnya, setiap peluang pengembangan terus dikaji dengan mempertimbangkan aspek keselamatan, efektivitas, efisiensi, dan keandalan operasi. Aset lama dinilai masih menyimpan peluang tambahan produksi bila dikelola dengan strategi tepat.

Respons SKK Migas

Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi Haryanto Syafri menyambut baik capaian PHKT. Menurutnya, hasil ini membuktikan masih ada ruang meningkatkan produksi lewat optimalisasi aset yang sudah ada.

"Kami mengapresiasi upaya PHKT dalam mengoptimalkan kembali sumur Sepinggan V-7 hingga mampu menghasilkan produksi yang lebih tinggi dari target," tandas Haryanto.

Ia berharap keberhasilan tersebut memotivasi PHKT mencari peluang serupa, khususnya di wilayah Kalimantan. SKK Migas akan terus mendorong langkah optimalisasi agar memberi kontribusi lebih besar bagi produksi migas nasional.

Investasi Eksploitasi Berlanjut

Keberhasilan Sumur V-7 memperlihatkan pemanfaatan teknologi, keahlian teknis, dan kolaborasi lintas fungsi mampu membangkitkan potensi sumur mature. PHKT berkomitmen melanjutkan investasi eksploitasi untuk menambah cadangan dan meningkatkan recovery rate.

Langkah itu sejalan dengan visi PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) selaku induk usaha dalam menjaga ketersediaan dan ketahanan energi. Optimalisasi aset existing menjadi salah satu jalan mempertahankan tingkat produksi migas tanpa harus selalu membuka lapangan baru.

Terkini