JAKARTA - Kemendikdasmen memprioritaskan revitalisasi sekolah yang rusak berat akibat bencana di Sumatera dan Aceh.
Program ini menyasar sekolah yang tidak lagi dapat digunakan. Tujuannya adalah memastikan proses belajar mengajar berjalan kembali dengan lancar.
Sekolah yang terdampak akan menjadi perhatian utama pemerintah pada 2026. Banjir bandang dan tanah longsor menjadi penyebab utama kerusakan. Prioritas diberikan kepada sekolah dengan kerusakan paling parah agar pemulihan lebih cepat.
Pemulihan ini meliputi renovasi gedung dan perbaikan fasilitas pendukung. Dengan revitalisasi, siswa dapat kembali belajar di lingkungan yang aman. Hal ini juga diharapkan mendorong motivasi guru dan peserta didik.
Pendataan dan Klasifikasi Kerusakan Sekolah
Kemendikdasmen telah melakukan pendataan sekolah terdampak bencana di tiga provinsi. Sekolah diklasifikasikan menjadi rusak ringan, sedang, hingga berat. Klasifikasi ini menjadi dasar penentuan prioritas program revitalisasi.
Di Sumatera Barat, tercatat 501 sekolah mengalami kerusakan akibat bencana. Sementara itu, total sekolah terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai 4.470 satuan pendidikan. Data ini digunakan untuk perencanaan anggaran dan distribusi bantuan.
Aceh tercatat sebagai provinsi paling parah terdampak. Sekolah yang rusak di sana mencapai 2.756 unit. Sedangkan Sumatera Utara memiliki 1.213 sekolah terdampak bencana.
Kunjungan Lapangan dan Dukungan Kemendikdasmen
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah meninjau SMA Negeri 12 Kota Padang untuk memastikan kesiapan sekolah pasca bencana. Kunjungan ini sekaligus memantau proses belajar mengajar. Pemerintah menilai penting mengetahui kondisi lapangan sebelum melakukan revitalisasi.
Selain meninjau, Kemendikdasmen juga menyerahkan bantuan operasional untuk sekolah. Bantuan diberikan kepada SD, SMP, dan SMA masing-masing sebesar Rp15 juta. Dana ini diharapkan dapat mendukung pemulihan fasilitas sekolah dengan cepat.
Kunjungan ini menjadi momentum koordinasi antara kementerian dan sekolah. Melalui interaksi langsung, pemerintah memahami kebutuhan nyata satuan pendidikan. Hal ini mempermudah perencanaan program pemulihan yang lebih tepat sasaran.
Bantuan Langsung bagi Peserta Didik
Kemendikdasmen juga menyalurkan bantuan langsung kepada siswa terdampak bencana. Bantuan mencakup alat tulis, makanan, hingga susu kaleng. Program ini memastikan siswa tetap mendapatkan hak pendidikan meski terdampak bencana.
Bantuan diberikan langsung kepada perwakilan anak didik TK dan SD terdampak. Pendistribusian bertujuan agar bantuan cepat sampai ke tangan peserta didik. Hal ini menjadi bentuk kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan anak di wilayah terdampak.
Selain itu, pemberian bantuan ini mendukung kelancaran kegiatan belajar mengajar. Anak-anak dapat mengikuti pembelajaran tanpa terganggu kekurangan fasilitas dasar. Bantuan ini diharapkan meminimalkan dampak psikologis pasca-bencana bagi peserta didik.
Harapan dan Dampak Positif Revitalisasi
Revitalisasi sekolah diharapkan membawa dampak positif jangka panjang. Selain meningkatkan kualitas belajar, fasilitas baru juga memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana. Lingkungan belajar yang aman menjadi faktor penting bagi perkembangan peserta didik.
Program ini juga meningkatkan motivasi guru dalam mengajar. Dengan fasilitas yang lebih baik, guru dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran lebih optimal. Hal ini turut meningkatkan kualitas pendidikan di daerah terdampak bencana.
Dukungan pemerintah diharapkan memicu partisipasi masyarakat setempat. Komunitas dan orang tua dapat terlibat dalam pemulihan sekolah. Kolaborasi ini memperkuat ikatan sosial sekaligus mempercepat proses revitalisasi.
Kemendikdasmen menegaskan komitmennya untuk mengutamakan sekolah rusak berat. Sekolah yang belum dapat digunakan akan menjadi fokus utama. Langkah ini memastikan semua peserta didik memperoleh pendidikan yang layak dan aman.
Dengan strategi revitalisasi yang terencana, proses belajar mengajar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat diharapkan kembali normal. Sekolah akan mampu menampung siswa dengan fasilitas lengkap. Pemerintah menargetkan revitalisasi ini selesai tepat waktu untuk mendukung tahun ajaran baru.