JAKARTA - Perjuangan Persis Solo untuk keluar dari zona degradasi musim ini diakui tidak semudah yang dibayangkan.
Pelatih Milomir Seslija menilai kondisi yang dihadapi Laskar Sambernyawa pada BRI Super League 2025/2026 jauh lebih berat dibandingkan periode sebelumnya.
Sudut pandang ini muncul dari pengalaman langsung Milo saat kembali menangani Persis. Ia merasakan tantangan yang berbeda, baik dari sisi waktu, mental pemain, hingga posisi tim di klasemen yang kian terjepit.
Kondisi Awal yang Jauh Lebih Mengkhawatirkan
Saat pertama kali datang pada musim 2023/2024, Persis Solo memang tengah berada dalam fase sulit. Namun, situasinya belum separah sekarang karena tim tidak berada di zona degradasi.
Kala itu, Laskar Sambernyawa hanya mengalami tren negatif lima laga tanpa kemenangan. Masih ada ruang bernapas untuk melakukan perbaikan secara bertahap tanpa tekanan ekstrem.
Berbeda dengan musim ini, Persis langsung terpuruk di dasar klasemen. Tim harus berjuang keluar dari bayang-bayang degradasi dengan beban psikologis yang jauh lebih besar.
Tekanan Klasemen dan Rentetan Kekalahan
Musim 2025/2026 menghadirkan tekanan berlipat bagi Persis Solo. Mereka dihantui tren panjang tanpa kemenangan yang membuat posisi tim kian sulit diselamatkan.
Saat Milomir Seslija kembali dipercaya menangani tim, Persis sudah mencatatkan 12 laga tanpa kemenangan. Situasi ini menjadi tantangan besar bagi pelatih mana pun.
Tiga pertandingan pertama di bawah kendalinya pun belum memberikan hasil positif. Persis harus menelan kekalahan beruntun yang semakin menegaskan betapa beratnya kondisi saat ini.
Minim Waktu untuk Melakukan Pembenahan
Salah satu faktor utama yang membuat situasi kali ini lebih sulit adalah keterbatasan waktu. Milomir Seslija menegaskan bahwa ia tidak memiliki ruang yang cukup untuk melakukan koreksi menyeluruh.
Pada periode sebelumnya, ia masih memiliki waktu sekitar tiga pekan saat jeda kompetisi. Kesempatan itu dimanfaatkan untuk membenahi aspek teknis dan mental tim.
Kini, jadwal pertandingan yang padat membuat proses evaluasi dan pembenahan berjalan sangat terbatas. Tim harus terus bertanding di tengah kondisi yang belum ideal.
Perkembangan Tim yang Dinilai Stagnan
Milo secara jujur mengakui bahwa ia belum melihat perkembangan signifikan dari timnya dalam beberapa laga terakhir. Hal ini menjadi sumber keprihatinan tersendiri.
Menurutnya, Persis belum menunjukkan peningkatan dalam duel-duel penting di lapangan. Reaksi tim terhadap tekanan lawan pun masih belum terlihat maksimal.
“Kami tidak memenangkan duel, tidak memperlihatkan reaksi, dan tidak mampu menghentikan lawan,” ungkapnya, menggambarkan masalah mendasar yang masih menghantui tim.
Mentalitas Pemain Jadi Pekerjaan Rumah
Selain aspek teknis, Milomir Seslija menilai persoalan mental menjadi tantangan besar. Tekanan akibat posisi juru kunci membuat kepercayaan diri pemain menurun drastis.
Ia menyadari bahwa mental-block sering muncul ketika tim terlalu lama terjebak dalam hasil buruk. Situasi ini membutuhkan penanganan yang tepat dan berkesinambungan.
Milo menegaskan bahwa dirinya memahami cara mengelola situasi sulit. Namun, tanpa waktu yang cukup, perubahan mental tim tidak bisa terjadi secara instan.
Pentingnya Dukungan dan Kebersamaan
Di tengah situasi sulit ini, Milo berharap seluruh elemen Persis Solo tetap bersatu. Dukungan suporter menjadi faktor krusial untuk menjaga semangat juang tim.
Ia menilai kebersamaan adalah kunci agar Persis bisa bertahan di kasta tertinggi. Perpecahan justru akan memperparah kondisi yang sudah berat.
“Solo harus bisa bertahan di kompetisi ini. Untuk itu, kami harus tetap bersama-sama,” tegasnya, menekankan pentingnya solidaritas dalam masa krisis.
Tren Buruk yang Terus Membayangi
Kekalahan demi kekalahan membuat Persis Solo belum merasakan kemenangan dalam 15 laga terakhir. Catatan ini menjadi salah satu rekor terburuk klub dalam beberapa musim terakhir.
Terakhir kali Persis menang terjadi pada pekan pertama saat menumbangkan Madura United. Setelah itu, hasil positif tak kunjung datang hingga pertengahan musim.
Dengan hanya mengoleksi tujuh poin dari 17 pertandingan, Persis kini harus bekerja ekstra keras untuk menjaga asa bertahan di BRI Super League.
Harapan di Tengah Situasi Sulit
Meski mengakui situasi saat ini jauh lebih berat, Milomir Seslija tidak ingin menyerah. Ia tetap percaya Persis Solo masih memiliki peluang untuk bangkit.
Perbaikan kecil diharapkan bisa menjadi awal perubahan. Milo menekankan bahwa proses ini membutuhkan kesabaran dan kepercayaan dari semua pihak.
Dengan dukungan penuh suporter dan kerja keras tim, Persis Solo masih berharap bisa keluar dari keterpurukan. Perjalanan memang berat, tetapi belum sepenuhnya berakhir.