JAKARTA - Memasuki pertengahan bulan Februari 2026, pasar emas perhiasan di Indonesia menunjukkan angka yang cukup menarik bagi para kolektor maupun investor.
Berdasarkan data perdagangan terbaru pada hari Sabtu ini, harga jual emas perhiasan dipatok pada level yang kompetitif, memberikan gambaran mengenai kuatnya daya beli masyarakat terhadap logam mulia yang juga berfungsi sebagai aksesoris ini.
Berbeda dengan emas batangan yang murni untuk investasi, pergerakan harga emas perhiasan juga dipengaruhi oleh ongkos pembuatan dan kadar kemurnian yang beragam, menjadikannya aset yang unik karena memiliki nilai guna sekaligus nilai simpan.
Fluktuasi harga ini menjadi perhatian penting bagi mereka yang ingin melakukan tukar tambah atau menjual kembali koleksinya. Di tengah dinamika ekonomi awal tahun, emas perhiasan tetap menjadi instrumen lindung nilai favorit bagi masyarakat karena kemudahannya untuk dicairkan di berbagai gerai perhiasan maupun pegadaian di seluruh penjuru tanah air.
Rincian Harga Jual Dan Skema Buyback Perhiasan Emas Terbaru
Pada perdagangan hari ini, harga jual emas perhiasan dipatok sebesar Rp2,568 juta untuk berat tertentu (biasanya mengacu pada kadar tinggi atau berat per set sesuai standar pasar). Nilai ini mencerminkan kondisi pasar yang relatif stabil di akhir pekan. Namun, bagi masyarakat yang berniat melakukan penjualan kembali, harga beli kembali atau buyback ditetapkan pada kisaran Rp2,61 juta (sesuai dengan mekanisme pasar yang berlaku pada gerai tertentu).
Penting bagi konsumen untuk memahami bahwa harga buyback perhiasan sering kali memiliki potongan khusus yang bergantung pada kondisi fisik barang, kelengkapan surat-surat (nota pembelian), serta kebijakan toko masing-masing. Mempertahankan fisik perhiasan agar tetap mulus tanpa cacat menjadi kunci utama untuk mendapatkan harga jual kembali yang maksimal.
Faktor Yang Memengaruhi Harga Emas Perhiasan Di Pasar Domestik
Berbeda dengan emas murni Antam, harga emas perhiasan tidak hanya ditentukan oleh harga emas dunia. Beberapa faktor tambahan yang memengaruhi harga di etalase toko antara lain:
Kadar Kemurnian: Perbedaan harga antara emas 18 karat, 22 karat, hingga 24 karat sangat signifikan.
Biaya Desain: Semakin rumit desain sebuah perhiasan, semakin tinggi ongkos buat yang dibebankan kepada pembeli.
Nilai Artistik: Perhiasan dengan brand tertentu atau desain eksklusif sering kali memiliki harga premium di atas harga emas murninya.
Kondisi Ekonomi Lokal: Permintaan perhiasan cenderung meningkat pada momen-momen tertentu seperti menjelang hari raya atau musim pernikahan.