JAKARTA - Dinamika pasar logam mulia di Indonesia menunjukkan tren yang kontradiktif sepanjang pekan kedua Februari 2026.
Berdasarkan pantauan harga pasar, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatatkan kenaikan yang cukup signifikan, sementara di saat yang sama, harga emas di gerai Galeri 24 justru mengalami penurunan yang cukup dalam.
Perbedaan arah harga ini menjadi sorotan para investor dan masyarakat yang ingin melakukan aksi beli maupun jual, mengingat pergerakan harga emas sangat dipengaruhi oleh sentuhan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS serta kondisi geopolitik global.
Fenomena perbedaan harga antara dua entitas penyedia emas besar ini merupakan hal yang wajar dalam mekanisme pasar, namun tetap menuntut kecermatan dari para pemegang aset. Bagi para investor, memahami tren mingguan adalah kunci untuk menentukan waktu yang tepat dalam melakukan diversifikasi portofolio. Berikut adalah rincian mengenai pergerakan harga emas Antam dan Galeri 24 dalam kurun waktu sepekan terakhir.
Kenaikan Harga Emas Antam Dipicu Sentimen Pasar Global Dan Rupiah
Emas Antam menunjukkan ketangguhannya dengan mencatatkan kenaikan sebesar Rp14.000 per gram dalam hitungan satu minggu. Kenaikan ini membawa harga emas Antam kembali ke level yang lebih tinggi setelah sempat mengalami stagnasi di awal bulan. Para analis menilai bahwa penguatan ini didorong oleh meningkatnya permintaan aset aman (safe haven) di tengah ketidakpastian ekonomi internasional dan fluktuasi indeks dolar.
Masyarakat yang memiliki simpanan emas Antam tentu merasakan dampak positif dari kenaikan ini, terutama bagi mereka yang berinvestasi untuk jangka menengah. Namun, kenaikan harga beli ini juga diikuti oleh penyesuaian harga buyback (buyback price) yang harus diperhatikan oleh pemilik emas jika ingin mencairkan asetnya dalam waktu dekat.
Penurunan Harga Di Galeri Dua Puluh Empat Menjadi Peluang Buyback
Berbanding terbalik dengan Antam, harga emas di Galeri 24 justru mengalami koreksi tajam hingga anjlok sebesar Rp20.000 per gram dalam sepekan. Penurunan ini dipengaruhi oleh kebijakan penyesuaian harga internal serta ketersediaan stok di berbagai gerai retail mereka. Bagi calon pembeli, penurunan harga ini sering kali dipandang sebagai "jendela emas" atau kesempatan untuk melakukan pembelian (entry point) dengan harga yang lebih murah.
Galeri 24, yang merupakan anak perusahaan Pegadaian, memang memiliki dinamika harga yang terkadang lebih fleksibel mengikuti stok pasar retail. Selisih penurunan yang cukup jauh ini diharapkan dapat menstimulus volume transaksi beli di masyarakat, terutama bagi investor pemula yang baru ingin memulai menabung emas batangan dengan modal yang lebih terjangkau.