Pertamina Perluas Inovasi AI untuk Bantu Nelayan dan Petani di DEB

Pertamina Perluas Inovasi AI untuk Bantu Nelayan dan Petani di DEB
Pertamina menggelar Festival Desa Energi Berdikari Pertamina 2026 di Grha Pertamina, Jakarta, Jumat (28/8/2026).

JAKARTA - Bagi para nelayan tradisional, aktivitas pergi melaut senantiasa diliputi oleh rasa ketidakpastian. Bahan bakar minyak telah terpaksa dihabiskan, serta waktu dan tenaga pun dipertaruhkan, namun tak jarang mereka harus pulang membawa hasil tangkapan yang sangat mengecewakan.

Di kawasan Cilacap Selatan, Jawa Tengah, tercatat sekitar 41 persen dari total 6.806 perjalanan melaut yang dirangkum MetaSeaco menderita kerugian. Kondisi inilah yang menggerakkan startup jebolan ajang Pertamuda Pertamina tersebut untuk menciptakan Iwak, yakni teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) dan data satelit.

Teknologi Iwak dirancang guna membantu nelayan menentukan momentum paling tepat untuk melaut, memetakan jenis ikan sasaran, hingga memprediksi titik koordinat potensial.

“Dari rumah, nelayan sudah bisa mengetahui apakah hari itu sebaiknya melaut atau tidak. Jika melaut, teknologi ini juga memberikan rekomendasi titik koordinat dan waktu terbaik untuk menangkap ikan,” ujar CEO MetaSeaco, Catur Prasetyo Nugroho.

Saat ini, Iwak telah dioperasikan oleh 15 armada perahu nelayan di Cilacap. Penerapan teknologi tersebut terbukti mampu menekan pengeluaran operasional sekitar 23 persen, sembari mendongkrak rerata pendapatan nelayan hingga 68 persen, serta memangkas tingkat kerugian melaut menjadi sekitar 30 persen.

Akurasi prediksinya pun tergolong tinggi, yakni menyentuh 91 persen untuk tangkapan ikan tenggiri batang, 85 persen untuk bawal putih, dan 70 persen untuk ikan layur. Dalam sebuah trip, nelayan yang mengikuti petunjuk koordinat bernilai prediksi tinggi bahkan sanggup mengantongi penghasilan berkisar Rp3 juta.

Melalui kemitraan strategi Desa Energi Berdikari (DEB) Pertamina bersama program Pertamuda, inovasi besutan MetaSeaco tersebut siap dikembangkan serta direplikasi ke daerah binaan lain di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Sinergi tersebut menjadi bagian dari rangkaian Festival Desa Energi Berdikari Pertamina 2026 yang berlangsung di Grha Pertamina, Jakarta, Jumat (28/8/2026). Pertamina terus mendorong DEB agar tak sekadar menjadi wadah pemanfaatan energi terbarukan, melainkan juga wahana bertemunya inovasi dengan kebutuhan riil warga.

“Semakin banyak teknologi tepat guna yang bisa diterapkan, tentu akan semakin bagus. Harapannya, dampak dari 269 Desa Energi Berdikari yang kami miliki bisa semakin besar,” ujar Vice President CSR & SMEPP Management Pertamina, Rudi Ariffianto.

Di samping MetaSeaco, inovasi juga bakal disalurkan oleh Terangin menuju DEB Juntinyuat, Indramayu. Langkah ini diwujudkan lewat alat penghalau burung berbasis laser otomatis untuk membantu kelompok petani meminimalkan serangan hama.

CEO Terangin, Muhammad Hanif, merasa optimistis bahwa pengaplikasian teknologi itu sanggup membantu petani menekan gangguan hama burung sekaligus menggenjot produktivitas panen pertanian.

“Terima kasih kepada Pertamina dan Pertamuda yang telah memberikan berbagai dukungan, mulai dari pendanaan, mentoring, publikasi, dan banyak hal lainnya. Dukungan tersebut sangat membantu kami untuk terus berkembang dan menjadi lebih mandiri,” ujarnya.

Sementara itu, pada kawasan DEB Nagari Katapiang, Pertamina menjalin kolaborasi bersama PT Global Vision Tech guna menggarap rantai nilai komoditas kelapa, mulai dari pelatihan kapasitas warga hingga pemrosesan produk turunan bernilai tambah.

Bagi Pertamina, deretan kolaborasi ini membuktikan bahwa penciptaan inovasi tak sepatutnya berhenti pada taraf purwarupa atau sebatas menjuarai kompetisi, melainkan harus merealisasikan manfaat nyata di tengah masyarakat.

"Melalui Festival Desa Energi Berdikari 2026, Pertamina mendorong semakin banyak inovasi karya anak bangsa untuk menemukan ruang implementasinya di tengah masyarakat. Sebab, ketika energi, teknologi, dan inovasi bertemu dengan kebutuhan masyarakat, yang tumbuh bukan hanya produktivitas, tetapi juga kemandirian," kata Rudi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index