Pertamina Resmi Turunkan Harga BBM Non Subsidi Mulai Satu Februari Dua Ribu Dua Puluh Enam

Senin, 02 Februari 2026 | 10:32:07 WIB
Pertamina Resmi Turunkan Harga BBM Non Subsidi Mulai Satu Februari Dua Ribu Dua Puluh Enam

JAKARTA - Memasuki bulan kedua di tahun 2026, kabar menggembirakan datang bagi para pengguna kendaraan bermotor di seluruh Indonesia.

PT Pertamina (Persero) secara resmi mengumumkan kebijakan penurunan harga untuk deretan produk Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidinya. Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk respons terhadap dinamika pasar energi global dan efisiensi rantai pasok yang berhasil dilakukan oleh perusahaan energi pelat merah tersebut. Kebijakan ini mulai berlaku efektif tepat pada hari Minggu, 1 Februari 2026, pukul 00.00 waktu setempat di seluruh wilayah tanah air.

Penyesuaian harga ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina untuk menyediakan energi berkualitas yang tetap terjangkau bagi masyarakat. Dengan adanya penurunan harga pada lini produk unggulan seperti Pertamax, Pertamax Turbo, hingga jajaran produk Dex, masyarakat diharapkan dapat lebih terdorong untuk menggunakan bahan bakar dengan oktan tinggi yang lebih ramah lingkungan dan menjaga performa mesin kendaraan dalam jangka panjang.

Implementasi Regulasi ESDM dan Penyesuaian Harga BBM Non Subsidi

Kebijakan penurunan harga yang dilakukan Pertamina bukanlah tanpa landasan yang kuat. Langkah ini merupakan bentuk kepatuhan perusahaan dalam mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022. Regulasi tersebut merupakan perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020 yang mengatur tentang Formula Harga Dasar dalam perhitungan harga jual eceran jenis BBM umum, khususnya untuk jenis bensin dan minyak solar yang didistribusikan melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Berdasarkan pengumuman resmi yang dirilis melalui laman Pertamina Patra Niaga, penyesuaian ini mencakup hampir seluruh varian produk komersial mereka. Sebagaimana yang tertulis dalam keterangannya, "Pertamina melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) Umum dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum." Hal ini menunjukkan bahwa transparansi harga menjadi prioritas utama dalam pelayanan publik mereka.

 

Rincian Penurunan Harga Pertamax Series di Wilayah DKI Jakarta

Bagi masyarakat di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, perubahan harga ini cukup signifikan dan membawa angin segar bagi efisiensi pengeluaran harian. Untuk produk andalan sejuta umat, yakni Pertamax (RON 92), harga mengalami koreksi menjadi Rp 11.800 per liter, turun dari harga sebelumnya yang sempat berada di level Rp 12.350 per liter. Penurunan ini menjadikan Pertamax semakin kompetitif bagi para pemilik kendaraan modern yang mensyaratkan penggunaan BBM berkualitas.

Tak hanya Pertamax reguler, varian dengan performa lebih tinggi juga mengalami penurunan yang cukup drastis. Pertamax Turbo (RON 98), yang biasanya menjadi pilihan para pemilik kendaraan mewah dan sport, kini dibanderol seharga Rp 12.700 per liter dari harga sebelumnya yang mencapai Rp 13.400 per liter. Selain itu, produk ramah lingkungan Pertamax Green 95 juga ikut turun harga menjadi Rp 12.450 per liter dari semula Rp 13.150 per liter. Penurunan harga pada lini bensin ini diharapkan dapat merangsang konsumsi produk BBM berkualitas di tengah masyarakat.

Koreksi Harga Lini Dex Series untuk Pengguna Mesin Diesel

Kabar baik juga menyapa para pengguna kendaraan bermesin diesel, baik untuk kebutuhan pribadi maupun operasional bisnis ringan. Pertamina memutuskan untuk memangkas harga jual produk Dexlite dan Pertamina Dex. Terhitung mulai 1 Februari 2026, harga Dexlite turun menjadi Rp 13.250 per liter dari harga bulan sebelumnya yang sebesar Rp 13.500 per liter.

Sementara itu, produk diesel kasta tertinggi, yakni Pertamina Dex, juga mendapatkan penyesuaian harga. Produk ini sekarang dibanderol Rp 13.500 per liter, mengalami penurunan tipis dari harga sebelumnya di angka Rp 13.600 per liter. Penurunan pada lini produk diesel ini sangat penting bagi sektor transportasi dan logistik, karena dapat membantu menekan biaya operasional yang pada akhirnya berpengaruh pada stabilitas harga distribusi barang di pasar.

Konsistensi Harga BBM Bersubsidi demi Menjaga Daya Beli Masyarakat

Meskipun seluruh lini produk non-subsidi mengalami penurunan harga yang bervariasi, pemerintah bersama Pertamina tetap berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga pada jenis BBM bersubsidi atau jenis BBM penugasan. Hal ini dilakukan demi melindungi daya beli masyarakat luas, terutama bagi pelaku usaha kecil dan pengguna kendaraan umum yang sangat bergantung pada stabilitas harga energi.

Hingga saat ini, harga BBM penugasan seperti Pertalite (RON 90) tidak mengalami perubahan dan tetap dijual dengan harga Rp 10.000 per liter di seluruh wilayah Indonesia. Begitu pula dengan Solar Subsidi yang tetap dibanderol dengan harga Rp 6.800 per liter. Pertamina memastikan bahwa stok untuk kedua jenis BBM subsidi ini dalam kondisi aman dan akan terus didistribusikan secara tepat sasaran sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Secara keseluruhan, pengumuman harga terbaru per 1 Februari 2026 ini memberikan gambaran bahwa harga energi di Indonesia sangat dinamis namun tetap terkendali. Berikut adalah rangkuman harga terbaru di DKI Jakarta sebagai referensi konsumen:

Pertalite: Tetap Rp 10.000 per liter

Solar Subsidi: Tetap Rp 6.800 per liter

Pertamax (RON 92): Rp 11.800 per liter (sebelumnya Rp 12.350)

Pertamax Green (RON 95): Rp 12.450 per liter (sebelumnya Rp 13.150)

Pertamax Turbo (RON 98): Rp 12.700 per liter (sebelumnya Rp 13.400)

Dexlite: Rp 13.250 per liter (sebelumnya Rp 13.500)

Pertamina DEX: Rp 13.500 per liter (sebelumnya Rp 13.600)

Dengan tren penurunan ini, Pertamina mengajak masyarakat untuk beralih menggunakan BBM berkualitas yang tidak hanya memberikan performa maksimal bagi kendaraan, tetapi juga berkontribusi pada udara yang lebih bersih di masa depan. Konsumen dapat mengecek informasi harga secara berkala melalui aplikasi resmi MyPertamina untuk mendapatkan data paling mutakhir sesuai dengan wilayah masing-masing.

Terkini