ENERGINEWS.ID — Thailand menghadapi tugas berat di leg kedua final Piala AFF 2026 yang akan digelar di kandang Vietnam. Setelah kalah 0-2 di leg pertama, peluang juara The War Elephants menipis, tapi Anthony Hudson memastikan timnya belum menyerah.
"Terkait laga berikutnya melawan Vietnam, saya tidak bisa memprediksi hasilnya, namun hal yang penting adalah bahwa semua orang, baik saya, tim kepelatihan, dan para pemain, sangat percaya diri jelang laga tandang ini," ucap Hudson seperti dikutip dari Soha.
Keyakinan Thailand Berangkat dari Peluang yang Terbuang di Leg Pertama
Hudson menegaskan bahwa perjalanan ke Vietnam kali ini memiliki tujuan yang jelas. Ia menolak anggapan bahwa timnya hanya akan menjalani laga formalitas.
"Ketika kami datang ke Vietnam, kami tidak melihat itu sebagai liburan. Seluruh tim kami datang untuk menyelesaikan misi dan kami yakin bisa meraih sukses," kata Hudson.
Optimisme itu muncul dari evaluasi terhadap performa tim di leg pertama. Menurut Hudson, Thailand sebenarnya menciptakan banyak peluang emas namun gagal dieksekusi menjadi gol.
Kiper Vietnam Jadi Bukti Dominasi Thailand di Leg Pertama
Hudson menunjuk penghargaan pemain terbaik alias Man of the Match di leg pertama sebagai indikator. Gelar tersebut jatuh ke tangan kiper Vietnam, yang menurutnya menjadi penyelamat tim tuan rumah dari kebobolan lebih banyak.
"Kami menciptakan banyak peluang di laga pertama namun tidak bisa menyelesaikannya. Dan jelas itu mengecewakan. Fakta bahwa kiper Vietnam terpilih sebagai 'Man of The Match' menggambarkan segalanya," ungkap Hudson.
Ia menambahkan bahwa persiapan menjadi kunci utama menghadapi tekanan bermain di kandang lawan. Vietnam diprediksi akan tampil agresif di hadapan pendukungnya sendiri.
"Persiapan adalah kunci. Ketika kami tiba di Vietnam, kami akan percaya diri bahwa kami bisa menyulitkan mereka meski mereka bermain di kandang," pungkas Hudson.
Leg kedua final Piala AFF 2026 antara Vietnam dan Thailand akan menjadi penentu juara. Vietnam hanya butuh hasil imbang untuk mengangkat trofi, sementara Thailand wajib menang dengan selisih minimal dua gol untuk memaksa babak perpanjangan waktu, atau tiga gol untuk menang agregat.