PLN Lampung Perluas Jaringan Listrik Pompa Air di Lampung Tengah

Senin, 24 Agustus 2026 | 04:21:01 WIB
Petugas PLN sedang mengecek kelistrikan pada lahan pertanian. Dukungan listrik PLN membantu mengoptimalkan sistem pengairan dan pemanfaatan teknologi pertanian, sehingga proses budidaya semakin efisien, produktif, dan berkelanjutan, di Bandarlampung, Seni

JAKARTA - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung mendirikan saluran kelistrikan sepanjang satu kilometer demi menggerakkan pompa pengairan guna memelihara ketersediaan air lahan tani di Kabupaten Lampung Tengah.

"Di kawasan Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Kampung Rama Nirwana, Kecamatan Seputih Raman, kami bangun jaringan listrik untuk mengoperasikan pompa air sehingga ketersediaan air bagi lahan persawahan dapat terjaga, terutama saat curah hujan menurun atau memasuki musim kemarau," kata General Manager PLN UID Lampung, Noer Soeratmoko, sebagaimana dikonfirmasi di Bandarlampung, Senin.

Dirinya menjelaskan bahwa PLN Lampung gencar memperkokoh keandalan daya untuk sektor produktif, tak terkecuali bidang agrikultur. Sebab saat ini daya listrik bukan sekadar keperluan domestik rumah tangga, melainkan sarana vital pembaruan teknologi tani.

"Energi listrik dapat dimanfaatkan untuk mendukung sistem pengairan, pengolahan lahan, penggunaan alat dan mesin pertanian hingga proses pascapanen," ujarnya.

Menurutnya, pada area PM-AAS Lampung Tengah, PLN menyediakan pasokan daya demi menyalakan pompa air agar para petani makin efisien dan mampu menekan pengeluaran modal, dengan capaian panen memuaskan di mana area percontohan seluas 100 hektare mampu membukukan hasil padi hingga 11,4 ton per hektare.

"Dibandingkan penggunaan bahan bakar minyak, pompa listrik lebih hemat dan efisien serta dapat dioperasikan secara manual maupun otomatis sehingga memudahkan petani," kata dia.

Pihak PLN menegaskan kesiapan untuk terus berkoordinasi bersama pemerintah daerah serta dinas pertanian guna memetakan keperluan daya di wilayah persawahan lainnya.

"Tentunya, pengembangan jaringan akan dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan petani dan kondisi infrastruktur kelistrikan di setiap lokasi," kata dia.

Ia menambahkan, sejauh ini PLN UID Lampung sudah menyokong suplai daya pada 73 titik rehabilitasi sumur irigasi air tanah, 131 area pemaksimalan lahan nonrawa, 794 lokasi smart farming persawahan di Lampung Selatan, dan 154 titik Program Listrik Masuk Sawah di Pringsewu.

"Seluruh lokasi tersebut telah memperoleh pasokan listrik PLN. Kami harap dengan kolaborasi bersama pemerintah, kelompok tani, dan pemangku kepentingan lainnya, pemanfaatan listrik di sektor pertanian dapat memperluas penerapan teknologi, meningkatkan efisiensi usaha tani, dan memperkuat ketahanan pangan di Lampung," kata dia.

Terkini