Harga BBM Swasta September 2026: Selisih Tipis dengan Pertamina

Kamis, 03 September 2026 | 07:47:00 WIB

ENERGINEWS.ID — Kenaikan harga BBM non-subsidi Pertamina per 1 September 2026 langsung memicu pertanyaan publik: apakah operator swasta mengikuti langkah yang sama? Data harga yang dihimpun hingga awal September menunjukkan jawabannya beragam—ada yang memilih menahan harga, menyesuaikan, bahkan belum bisa melayani pembelian karena stok kosong.

Untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya, Pertamina Patra Niaga menaikkan tiga produk: Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Sementara itu, harga Pertamax RON 92 dan Pertamax Green 95 tidak berubah.

Selisih Tipis di Kelas Bensin, Beda Tipis di RON 92

Pada segmen bensin RON 92, Pertamax menjadi pilihan termurah di angka Rp15.950 per liter. Bandingkan dengan BP 92 dan Vivo Revvo 92 yang kompak dijual Rp16.130 per liter—selisihnya hanya Rp180.

Perbedaan serupa terjadi di kelas RON 95. Pertamax Green 95 dibanderol Rp16.600 per liter, sedangkan BP Ultimate dan Vivo Revvo 95 dipatok Rp16.760 per liter. Konsumen hanya perlu merogoh kocek ekstra Rp160 per liter jika ingin beralih ke merek swasta.

Lonjakan Harga Diesel Premium Paling Mencolok

Cerita berbeda hadir di segmen diesel. BP Ultimate Diesel, Shell V-Power Diesel, dan Vivo Diesel Primus sama-sama melonjak dari Rp21.910 menjadi Rp25.420 per liter—naik lebih dari Rp3.500 hanya dalam sebulan.

Walau begitu, Pertamina Dex tetap lebih murah di angka Rp25.200 per liter. Artinya, selisih harga diesel premium antara Pertamina dan swasta hanya Rp220 per liter. Kenaikan ini disebut Pertamina mengacu pada formula harga dasar BBM non-subsidi pemerintah, mempertimbangkan harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, hingga daya beli masyarakat.

Shell Masih Kosong, Cek Stok Sebelum ke SPBU

Konsumen pengguna Shell perlu ekstra waspada. Hingga awal September 2026, Shell Super, Shell V-Power, dan Shell V-Power Nitro+ belum memiliki daftar harga resmi. Stok di sejumlah lokasi juga dikabarkan masih kosong.

Operator swasta memang tidak selalu menempel kebijakan harga Pertamina. Pertimbangan lokasi, daya saing, dan strategi komersial membuat pergerakan harga mereka bisa berbeda tipis. Bagi konsumen, selisih yang kecil membuat keputusan memilih SPBU sering kali jatuh pada faktor lain: jarak tempuh, ketersediaan stok, atau promo yang ditawarkan.

Wacana pembatasan BBM subsidi bagi kelompok desil 9-10 belakangan turut menjadi perhatian. Jika terealisasi, sebagian konsumen berpotensi bergeser ke BBM non-subsidi, baik dari Pertamina maupun swasta.

Seperti biasa, harga BBM dapat berbeda antarwilayah dan berubah sewaktu-waktu. Masyarakat disarankan mengecek langsung melalui aplikasi resmi seperti MyPertamina, aplikasi operator swasta, atau mendatangi SPBU terdekat sebelum mengisi tangki.

Terkini