JAKARTA - Semarang selama ini identik dengan sajian ikonik seperti lumpia dan tahu gimbal yang sudah mendunia. Namun di balik popularitas itu, tersimpan satu menu khas yang justru menjadi kebanggaan warga lokal, yakni babat gongso.
Hidangan berbahan dasar jeroan sapi ini menawarkan sensasi rasa yang kuat dan berkarakter. Perpaduan babat kenyal, kecap manis, rempah kental, serta cabai menjadikannya sajian yang sulit dilupakan.
Babat gongso bukan hanya soal makanan, tetapi juga bagian dari budaya makan masyarakat Semarang. Menu ini kerap hadir sebagai pasangan nasi goreng babat yang mengenyangkan.
Keberadaan babat gongso sangat mudah ditemukan di berbagai sudut kota. Mulai dari warung kaki lima hingga rumah makan legendaris, semuanya memiliki penggemar setia.
Artikel ini akan mengajak Anda menelusuri deretan tempat makan babat gongso terbaik di Semarang. Setiap lokasi memiliki ciri rasa, sejarah, dan keunikan yang berbeda.
Babat Gongso sebagai Identitas Kuliner Kota Semarang
Babat gongso dikenal dengan teknik memasak tumis kering yang membuat bumbu meresap sempurna. Proses memasak ini menghasilkan aroma khas yang langsung menggugah selera.
Tekstur babat yang empuk menjadi faktor utama kenikmatan hidangan ini. Karena itu, sebagian besar penjual merebus babat selama berjam-jam sebelum dimasak.
Cita rasa manis, gurih, dan pedas menjadi ciri utama babat gongso khas Semarang. Perpaduan tersebut mencerminkan karakter kuliner Jawa Tengah yang kaya rasa.
Tak sedikit tempat makan babat gongso yang telah bertahan puluhan tahun. Konsistensi rasa menjadi alasan utama mengapa pelanggan terus kembali.
Deretan Warung Babat Gongso Legendaris yang Wajib Dicoba
Nasi Goreng Babat Pak Karmin Mberok menjadi ikon kuliner di kawasan Kota Lama Semarang. Warung ini telah berdiri sejak tahun 1971 dan dikenal dengan babat empuk serta bumbu manis pedasnya.
Babat halus direbus selama tiga jam, sedangkan babat kasar direbus hingga delapan jam. Tingkat kepedasan bisa disesuaikan dengan selera pelanggan.
Warung ini berlokasi di Jalan Pemuda Nomor 2 dan buka pukul 08.00–22.30 WIB. Harga per porsi berkisar antara Rp20.000 hingga Rp65.000.
Cabang Nasi Goreng Babat Pak Karmin Pasar Johar juga menjadi favorit warga Semarang. Rasa autentik tetap dipertahankan dengan babat yang direbus segar setiap hari.
Menu andalannya adalah nasi goreng babat ati ampela dengan harga Rp25.000–Rp40.000. Warung ini umumnya buka pada malam hari dan selalu ramai pengunjung.
Nasi Goreng Babat Gongso Hengky dikenal dengan aroma kayu bakar yang khas. Tempat ini telah berjualan sejak tahun 1988 dan menjadi langganan banyak tokoh.
Babat gongso dimasak menggunakan tungku kayu bakar sehingga menghasilkan aroma smoky. Lokasinya berada di Jalan Puri Anjasmoro dan buka pukul 17.00–23.00 WIB.
Nasi Goreng Babat Pak Taman menjadi pilihan tepat bagi pencinta babat gongso di pagi hingga siang hari. Warung ini sudah berdiri sejak tahun 1986.
Babat direbus hingga empat jam agar teksturnya empuk. Warung ini berlokasi di Jalan Stadion Selatan dan buka pukul 06.30–16.00 WIB.
Nasi Goreng Babat Pak Sumarsono menawarkan cita rasa asin gurih yang berbeda. Cara memasaknya masih menggunakan tungku kayu bakar tradisional.
Babat direbus selama empat jam sebelum dimasak. Warung ini berada di Jalan Anjasmoro Raya dan buka pukul 17.00–00.00 WIB.
Nasi Goreng Babat Akbar dikenal sebagai pelopor sejak tahun 1968. Banyak pelanggan rela datang lebih awal karena sering habis dalam waktu singkat.
Babat gongso dimasak dengan tambahan air bawang untuk aroma yang kuat. Lokasinya di Jalan Anjasmoro Raya dan buka mulai pukul 17.30 WIB.
Nasi Goreng Babat Pak Di Kranggan kini dikelola oleh generasi ketiga. Isian babat, paru, dan usus menjadi keunggulan utama.
Pelanggan bisa meminta tambahan pete atau cabai sesuai selera. Warung ini buka pukul 11.00–22.00 WIB di kawasan Kranggan.
Nasi Goreng dan Babat Gongso Pak Andik dikenal dengan harga terjangkau. Meski sederhana, porsinya melimpah dan toppingnya beragam.
Warung ini berada di Jalan Badak V dan buka pukul 18.00–00.00 WIB. Harga mulai dari Rp15.000 hingga Rp25.000 per porsi.
Nasi Goreng Babat Bahagia menawarkan konsep lesehan yang merakyat. Warung ini disebut telah berjualan sejak tahun 1970-an.
Menu babat gongso dan nasi goreng babat iso menjadi favorit. Lokasinya di Jalan KH Wahid Hasyim dan buka pukul 17.00–00.00 WIB.
Nasi Goreng Babat Pak Bandi menjadi surga bagi pencinta pete. Aroma pete yang kuat menjadi ciri khas utama.
Warung ini terletak di Jalan KH Ahmad Dahlan dan buka hingga tengah malam. Harga menu berkisar Rp19.000–Rp45.000.
Nasi Goreng Babat Mas Tono dikenal sebagai pelopor rasa klasik di Semarang Barat. Proses memasaknya masih menggunakan tungku kayu bakar.
Aroma smoky tetap terasa kuat pada babat gongsonya. Warung ini buka pukul 17.00–23.00 WIB di kawasan Krapyak.
Nasi Goreng dan Babat Gongso Pak Kumis menjadi pilihan favorit warga Kedungmundu. Harga terjangkau dan porsi besar menjadi daya tarik utama.
Warung ini buka mulai pukul 17.00 hingga larut malam. Lokasinya berada di Jalan Fatmawati.
Warung Gongso Tuan Muda menghadirkan konsep gongso semi-kering. Pilihan isi sangat beragam mulai dari babat hingga dengkul ayam.
Menu dibanderol mulai Rp12.000 hingga Rp18.000 per porsi besar. Warung ini buka pukul 11.00–21.00 WIB.
Babat Gongso dan Daya Tarik Wisata Kuliner Semarang
Keberadaan babat gongso memperkaya ragam kuliner khas Semarang. Menu ini menjadi alasan tersendiri bagi wisatawan untuk datang kembali.
Setiap warung menawarkan pengalaman rasa yang unik dan autentik. Babat gongso bukan sekadar makanan, tetapi cerita panjang tentang tradisi dan konsistensi.
Dengan banyaknya pilihan tempat makan, pecinta kuliner bisa menyesuaikan selera dan waktu kunjungan. Babat gongso tetap menjadi primadona hingga hari ini, Jumat, 9 Januari 2026.