ENERGINEWS.ID — Kinerja hulu migas nasional pada paruh pertama tahun ini masih dibayangi sejumlah kendala teknis. Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengungkapkan, ada dua insiden besar yang membuat produksi dan penyaluran gas tidak mencapai sasaran yang dicanangkan pemerintah.
Pertama, kebocoran pipa gas milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) yang terjadi di awal 2026. Peristiwa ini memengaruhi aktivitas pengapalan migas dari sembilan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), termasuk PT Pertamina Hulu Rokan, PetroChina Jabung, dan PHE Jambi Merang. Kedua, Lapangan Gas Tangguh di Blok Berau, Papua Barat, yang dikelola BP Berau Ltd, mengalami penghentian operasional tak terduga secara berulang.
"Di TGI pipa putus 200 MMSCFD, di Subang juga ada kecelakaan dan baru saja selesai perbaikan, dan di BP ada kebakaran switchgear yang sampai hari ini belum 100% perbaikannya," jelas Djoko dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XII DPR RI, Kamis (27/8/2026).
BP Berau Tetap Kokoh di Puncak, ENI Cetak Kinerja di Atas Target
Meski sempat terganggu, BP Berau Ltd masih mempertahankan posisinya sebagai pemasok gas terbesar di Indonesia. Hingga akhir Juli 2026, perusahaan asal Inggris itu menyalurkan gas sebanyak 1.478 MMSCFD atau setara 95,4% dari target APBN yang dipatok di angka 1.550 MMSCFD.
Di bawah BP Berau, posisi kedua ditempati PT Pertamina EP dengan penyaluran 563 MMSCFD (89,4% dari target). Disusul ENI East Sepinggan Ltd yang justru tampil impresif—realisasi penyalurannya mencapai 466 MMSCFD, melampaui target APBN 2026 sebesar 385 MMSCFD atau 120,9%.
Daftar 10 Produsen Gas Terbesar RI per Juli 2026
Berikut rincian 10 KKKS dengan realisasi penyaluran gas bumi terbesar hingga 31 Juli 2026 berdasarkan data SKK Migas:
1. BP Berau Ltd
Menyalurkan 1.478 MMSCFD dari Lapangan Tangguh, Papua Barat.
2. PT Pertamina EP
Mencatat penyaluran 563 MMSCFD dari berbagai wilayah kerja di Sumatera dan Jawa.
3. ENI East Sepinggan Ltd
Operator asal Italia ini menyalurkan 466 MMSCFD, melampaui target.
4. Medco E&P Grissik Ltd
Pemasok gas utama untuk pipa Sumatera-Jawa ini mencatat 458 MMSCFD.
5. PT Pertamina Hulu Mahakam
Pengelola blok raksasa di Kalimantan Timur ini menyumbang 365 MMSCFD.
6. JOB Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi
Pemasok gas untuk kawasan Indonesia Timur ini menyalurkan 317 MMSCFD.
7. Husky-CNOOC Madura Ltd
Operator lepas pantai Jawa Timur ini mencatat 213 MMSCFD.
8. PetroChina International Jabung Ltd
Beroperasi di Jambi, perusahaan ini menyalurkan 121 MMSCFD.
9. ENI Muara Bakau B.V
Mengelola blok di Selat Makassar dengan penyaluran 101 MMSCFD.
10. PT Pertamina EP Cepu
Selain dikenal sebagai penghasil minyak, Blok Cepu juga menyumbang gas 151 MMSCFD.
Secara kumulatif, realisasi salur gas dari seluruh KKKS hingga Juli 2026 mencapai 5.208 MMSCFD atau 94,5% dari target 5.508 MMSCFD. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, angka ini juga lebih rendah—pada 2025 produksi gas tercatat 6.753 MMSCFD dan penyaluran mencapai 5.425 MMSCFD.
Penurunan pasokan ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi SKK Migas. Pasalnya, gas bumi tidak hanya menjadi bahan baku industri, tetapi juga sumber utama pembangkit listrik milik PLN. Semakin cepat perbaikan infrastruktur di TGI dan Tangguh tuntas, semakin cepat pula tekanan pasokan mereda.