Kemenangan Arsenal Diwarnai Amarah Mikel Arteta Soal Penalti

Kemenangan Arsenal Diwarnai Amarah Mikel Arteta Soal Penalti
Mikel Arteta.

JAKARTA - Mikel Arteta mengecam keputusan wasit yang mengganjar penalti bagi Sunderland sewaktu Arsenal menang 2-0 di Stadium of Light. Juru taktik asal Spanyol itu menegaskan vonis penalti tersebut sama sekali tidak dapat diterima lantaran sanggup memengaruhi alur pertandingan secara masif.

Arsenal sejatinya berhasil menjaga rekor kemenangan 100 persen di awal musim Liga Inggris lewat sepasang gol Bruno Guimaraes dan Bukayo Saka. Walau demikian, skuad The Gunners dipaksa bekerja ekstra keras karena Sunderland sempat berulang kali menghadirkan ancaman berbahaya di depan gawang David Raya.

Momen paling krusial tercipta sewaktu Ezri Konsa dianggap memicu pelanggaran terhadap Dan Ballard menyusul skema lemparan ke dalam Sunderland. Enzo Le Fee yang maju sebagai algojo gagal mengonversi peluang usai bola eksekusinya berhasil dibendung Raya hingga mengenai tiang gawang.

Penalti tersebut tercatat sebagai hukuman penalti perdana yang harus dihadapi Arsenal di pentas Liga Inggris semenjak awal April musim 2024/2025 sewaktu mengimbangi Everton 1-1. Sementara pada musim 2025/2026, Arsenal justru menorehkan rekor bersejarah sebagai tim pertama yang menuntaskan satu musim penuh tanpa sekalipun dihukum penalti maupun diganjar kartu merah.

Arteta Sebut Penalti Sunderland Tidak Dapat Diterima

Arteta mengutarakan rasa kecewa mendalam atas vonis wasit John Brooks yang menghadiahi penalti bagi tim lawan. Menurut kacamata sang pelatih, insiden tersebut amat berisiko mengacaukan hasil akhir laga sekaligus memengaruhi momentum perjalanan Arsenal di sepanjang musim.

Ia mengaku telah menyaksikan ulang rekaman video kejadian itu berkali-kali untuk memantapkan analisisnya. Arteta menganggap bahwa kontak yang melibatkan Konsa mustahil dikategorikan sebagai pelanggaran penalti.

"Mereka bisa mengubah jalannya pertandingan. Anda tahu," kata Arteta kepada TNT Sports.

"Ya, 100 persen. Ini tidak dapat diterima di level seperti ini. Tidak dapat diterima. Ini bisa mengubah jalannya sebuah musim," tegas Arteta.

"Ini tidak dapat diterima. Saya sudah menontonnya 10 kali untuk memastikan. Ini tidak bisa terjadi," lanjut Arteta.

"Saya sudah terlibat dalam sepak bola selama 27 atau 28 tahun. Dalam situasi apa pun, pertandingan apa pun, konteks apa pun, di liga mana pun, itu bukan penalti," sambungnya.

Arteta Khawatir dengan Masa Depan Sepak Bola

Manajer Arsenal itu kembali mengkritik insiden tersebut saat diwawancarai oleh BBC Match of the Day. Ia mempertanyakan jalannya pengambilan keputusan yang dirasa janggal padahal laga telah didukung perangkat kamera canggih serta sistem Video Assistant Referee (VAR).

Dalam pandangan Arteta, kekeliruan saat meninjau insiden semacam itu membuat integritas pertandingan menjadi rentan dan tak terlindungi. Ia juga menilai keputusan itu hampir saja merugikan posisi Arsenal, terlebih karena momentum pertandingan sedang dipegang oleh Sunderland.

"Apakah Anda terkejut? Tidak? Oke. Itu seperti gerakan judo dari lawan. Ezri tidak melakukan apa-apa. Lihat saja. Kami memiliki banyak kamera dan VAR; kami harus bertanggung jawab untuk melindungi permainan," ujar Arteta.

"Pertandingan ini tidak terlindungi dan itu bisa membuat kami kehilangan pertandingan serta momentum, yang merupakan sesuatu yang sangat, sangat serius," lanjutnya.

"Saya sangat menyukai penyelamatan David dan cara tim bereaksi, cara kami menghadapi semuanya, tetapi hal seperti ini seharusnya tidak pernah terjadi; ini tidak adil, dan saya sedih, sangat sedih, dalam hal itu," tutur Arteta.

"Saya menyampaikannya dengan sangat jelas kepada publik karena ini untuk sepak bola; ini bukan hanya tentang Arsenal. Hal seperti ini tidak bisa terjadi di level ini," pungkasnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index