ENERGINEWS.ID — Amerika Serikat menyetujui pemberian visa bagi delegasi resmi Iran untuk menghadiri rangkaian sidang Majelis Umum PBB di New York pekan depan. Persetujuan diberikan meski ketegangan kedua negara belum mereda, dengan sejumlah pembatasan pergerakan dan pengeluaran tetap melekat pada anggota delegasi.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengonfirmasi keputusan tersebut dengan merujuk pada kewajiban internasional Washington sebagai negara tuan rumah markas besar PBB. Menurut pejabat itu, delegasi utama Iran diizinkan mengikuti seluruh rangkaian sidang yang dijadwalkan pekan depan.
"Sesuai dengan kewajiban internasional kami, delegasi utama Iran akan dapat berpartisipasi dalam rangkaian sidang Majelis Umum PBB," ujar juru bicara tersebut.
Pembatasan Pergerakan dan Pengeluaran Delegasi Iran
Departemen Luar Negeri AS menyatakan anggota delegasi Iran tidak akan bergerak bebas selama berada di wilayah Amerika Serikat. Pembatasan mencakup larangan bepergian ke luar zona yang telah ditentukan otoritas setempat.
Aturan lain membatasi pengeluaran delegasi, termasuk larangan membeli sejumlah barang mewah tertentu. Langkah serupa pernah diterapkan Washington terhadap pejabat Iran yang datang ke New York untuk pertemuan PBB pada periode sebelumnya.
Kebijakan itu mengikuti pola yang sama dengan kunjungan-kunjungan diplomatik Iran sebelumnya ke markas PBB. AS konsisten membatasi ruang gerak delegasi dari negara yang sedang berselisih dengannya, meski tetap memberi akses ke forum multilateral.
Kewajiban AS sebagai Negara Tuan Rumah Markas PBB
Sebagai negara tempat markas besar PBB berdiri, Amerika Serikat terikat perjanjian tuan rumah yang mewajibkan pemberian visa bagi delegasi negara anggota. Perjanjian itu menjadi dasar hukum yang membuat Washington tidak bisa menolak kehadiran delegasi resmi Iran.
Namun perjanjian tersebut juga memberi ruang bagi AS untuk menetapkan syarat administratif, termasuk pembatasan wilayah dan pengeluaran. Pemerintahan AS memakai celah itu untuk menekan delegasi Iran tanpa melanggar komitmen internasionalnya.
Konflik AS-Iran yang Belum Mereda
Ketegangan antara Washington dan Teheran masih berlangsung saat persetujuan visa ini diberikan. Kedua negara berada dalam posisi berselisih di sejumlah isu, mulai dari program nuklir Iran hingga sanksi ekonomi yang diterapkan AS.
Meski demikian, kehadiran delegasi Iran di Majelis Umum PBB membuka ruang dialog multilateral. Forum itu menjadi salah satu dari sedikit tempat kedua negara bisa bertemu dalam kerangka diplomatik resmi.
Belum ada keterangan resmi dari pemerintah Iran soal komposisi delegasi yang akan dikirim. Pihak Teheran juga belum menanggapi pembatasan yang diberlakukan AS terhadap anggota delegasinya.
Yang Ditentukan dalam Sidang Majelis Umum
Rangkaian sidang Majelis Umum PBB pekan depan akan membahas sejumlah agenda global, termasuk isu keamanan dan ekonomi. Kehadiran delegasi Iran menjadi salah satu sorotan dalam pertemuan tahunan itu.
Dunia menantikan apakah forum tersebut menghasilkan perkembangan baru dalam hubungan AS-Iran. Persetujuan visa ini menjadi sinyal bahwa jalur diplomatik tetap terbuka, meski dalam koridor yang dibatasi.